Preview only show first 10 pages with watermark. For full document please download

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Risiko Investasi Pada Saham Syariah Di Indonesia Skripsi

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RISIKO INVESTASI PADA SAHAM SYARIAH DI INDONESIA SKRIPSI DIAJUKAN KEPADA FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN

   EMBED

  • Rating

  • Date

    May 2018
  • Size

    2.3MB
  • Views

    7,531
  • Categories


Share

Transcript

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RISIKO INVESTASI PADA SAHAM SYARIAH DI INDONESIA SKRIPSI DIAJUKAN KEPADA FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN SYARAT-SYARAT MEMPEROLEH GELAR SARJANA STRATA SATU DALAM ILMU EKONOMI ISLAM OLEH: SITI MARIA ULFAH TAUFINDRAYATI NIM PEMBIMBING: 1. SUNARYATI, S.E., M.Si 2. DIAN NURIYAH SOLISSA, S.HI., M.Si KEUANGAN ISLAM FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2014 ABSTRAK Banyak investor muslim awalnya ragu berinvestasi saham di pasar modal disebabkan kekhawatiran mengenai produk investasi di pasar modal apakah telah memenuhi prinsip syariah. Saat ini, dengan berkembangnya saham syariah di pasar modal Indonesia, kekhawatiran itu seharusnya tidak ada lagi. Saham syariah tersebut diterbitkan oleh perusahaan emiten yang telah terseleksi dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Bapepam-LK telah mengeluarkan daftar efek syariah sejak tahun 2007 untuk mendukung hal tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat risiko investasi saham syariah di Indonesia baik itu dari faktor risiko sistematis maupun faktor risiko non-sistematis, dengan periode pengamatan dari tahun 2007 hingga tahun Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang bersifat kuantitatif yang terdiri dari data variabel risiko investasi saham (beta), data variabel dari faktor risiko sistematis, yaitu tingkat suku bunga dan pertumbuhan ekonomi (PDB), data variabel dari faktor risiko non-sistematis yaitu, likuiditas, leverage, return on assets, price earnings ratio, price book value, dan volume perdagangan. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling method. Sampel terdiri dari 346 data pengamatan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda yang sebelumnya telah mengalami tahap uji asumsi klasik. Selain itu dilakukan juga uji statistik simultan (uji F), uji koefisien determinasi, serta pengujian hipotesis dengan uji statistik parsial (uji t). Pengolahan data tersebut dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS 16 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel tingkat suku bunga dan price book value berpengaruh negatif signifikan terhadap risiko investasi, variabel return on assets dan volume perdagangan berpengaruh positif signifikan terhadap risiko investasi, sedangkan pertumbuhan ekonomi, likuiditas, leverage, dan price earnings ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap risiko investasi pada saham syariah di Indonesia. Kata Kunci: Risiko Investasi Saham, Daftar Efek Syariah, Faktor Risiko Sistematis dan Non-Sistematis. ii HALAMAN PERSEMBAHAN Dengan penuh rasa syukur kehadirat Allah SWT. Skripsi ini penyusun persembahkan untuk: Ayahanda dan Ibunda tercinta Ir. Taufiqurrochman dan Dra. Siti Asfiyatun Indrayati yang selama ini memberikan doa restu Semoga beliau diberi panjang umur & selalu sehat wal afiat Kakak dan adikku tersayang yang selalu mendengar keluh kesahku Serta keluarga besar yang selalu mendukungku Segenap teman-teman yang aku sayangi yang selalu memberikan dorongan, semangat dan selalu menghiburku Almamaterku Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kaliaga Yogyakarta HALAMAN PERSEMBAHAN Dengan penuh rasa syukur kehadirat Allah SWT. Skripsi ini penyusun persembahkan untuk: Ayahanda dan Ibunda tercinta Ir. Taufiqurrochman dan Dra. Siti Asfiyatun Indrayati yang selama ini memberikan doa restu Semoga beliau diberi panjang umur & selalu sehat wal afiat Kakak dan adikku tersayang yang selalu mendengar keluh kesahku Serta keluarga besar yang selalu mendukungku Segenap teman-teman yang aku sayangi yang selalu memberikan dorongan, semangat dan selalu menghiburku Almamaterku Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kaliaga Yogyakarta vii MOTTO Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan (Q.S. Al-Fatihah: 5) Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Q.S. Al-Insyirah: 5-6) Think like a proton and stay positive viii KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah, segala puji kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayah-nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan skripsi ini. Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW., keluarga dan sahabat-sahabatnya, yang telah membimbing kita semua menuju arah kebenaran dan kebahagiaan. Atas kuasa Allah SWT dan bantuan dari berbagai pihak, akhirnya skripsi ini dapat terselesaikan. Selama penulisan skripsi ini, penyusun menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini tidak mungkin terselesaikan tanpa bimbingan dan pengarahan dari berbagai pihak, untuk itu dengan segala kerendahan hati, penyusun mengucapkan terimakasih kepada: 1. Bapak Prof. Dr. H. Musa Asy ari, MA selaku Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta; 2. Noorhaidi, MA, M.Phil., Ph.D selaku Dekan Fakultas Syari ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta; 3. Dra. Hj. Widyarini, M.M selaku Ketua Program Studi Keuangan Islam Fakultas Syari ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta; 4. Ibu Sunaryati, S.E., M.Si. selaku pembimbing I dan Ibu Dian Nuriyah Solissa, S.H.I., M.Si., selaku pembimbing II yang penuh kesabaran memberikan pengarahan, saran, dan bimbingan sehingga terselesaikannya skripsi ini; ix x PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN Transliterasi kata-kata Arab yang dipakai dalam penyusunan skripsi ini berpedoman pada Surat Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 158/1987 dan 0543b/U/1987. A. Konsonan Tunggal Huruf Arab Nama Huruf Latin Keterangan أ Alif Tidak dilambangkan Tidak dilambangkan ب Bā' B Be ت Tā' T Te ث Śā' Ś Es titik atas ج Jim J Je ح Ḥā' Ḥ Ha titik di bawah خ Khā' Kh Ka dan ha د D āl D De ذ Źāl Ź Zet titik di atas ر Rā' R Er ز Zai Z Zet س Sīn S Es xi ش Syīn Sy Es dan ye ص Şād Ṣ Es titik di bawah ض Ḍād Ḍ De titik di bawah ط Ṭā' Ṭ Te titik di bawah ظ Ẓā' Ẓ Zet titik di bawah ع 'Ain Koma terbalik (di atas) غ Gayn G Ge ف Fā' F Ef ق Qāf Q Qi ك Kāf K Ka ل Lām L El م Mīm M Em ن Nūn N En و Waw W We ه Hā' H Ha ء Hamzah Apostrof ي Yā Y Ye xii B. Konsonan Rangkap karena Syaddah Ditulis Rangkap: متعق دین عد ة ditulis ditulis muta aqqidīn iddah C. Tā' Marbutah Diakhir Kata. 1. Bila dimatikan, ditulis h: ھبة جزیة ditulis ditulis Hibah Jizyah (ketentuan ini tidak diperlukan terhadap kata-kata Arab yang sudah terserap ke dalam bahasa Indonesia seperti zakat, shalat dan sebagainya, kecuali dikehendaki lafal aslinya). 2. Bila dihidupkan karena berangkaian dengan kata lain, ditulis t: نعمة الله ditulis ni'matullāh زكاة الفطر ditulis zakātul-fitri D. Vokal Pendek ض ر ب ف ھ م Fathah Kasrah ditulis ditulis ditulis ditulis a daraba i fahima ك ت ب Dammah ditulis ditulis u kutiba xiii E. Vokal Panjang: 1 fathah + alif Ditulis  جاھلیة Ditulis Jāhiliyyah 2 fathah + alifmaqşūr Ditulis Ā یسعي Ditulis yas'ā 3 kasrah + yamati Ditulis Ī مجید Ditulis Majīd 4 dammah + waumati Ditulis Ū فروض Ditulis Furūd F. Vokal Rangkap: 1 fathah + yāmati Ditulis Ai بینكم Ditulis Bainakum 2 fathah + waumati Ditulis Au قول Ditulis Qaul G. Vokal-vokal Pendek yang Berurutan dalam Satu Kata, Dipisahkan dengan Apostrof: Ditulis a'antum اانتم Ditulis u'iddat اعدت لي ن شكرتم Ditulis la'insyakartum xiv H. Kata Sandang Alif + Lām: 1. Bila diikuti huruf qamariyah ditulis al- القرآن Ditulis Al-Qur'ān القیاس Ditulis Al-Qiyās 2. Bila diikuti huruf syamsiyyah, ditulis dengan menggandengkan huruf syamsiyyah yang mengikutinya serta menghilangkan huruf l-nya الشمس Ditulis Asy-Syams السماء Ditulis As-Samā' I. Penulisan Kata-kata dalam Rangkaian Kalimat: Ditulis menurut penulisannya ذوي ألفروض Ditulis Zawi al-furūd اھل السنة Ditulis Ahl as-sunnah xv DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... ABSTRAK... SURAT PERSETUJUAN SKRIPSI... HALAMAN PENGESAHAN... SURAT PERNYATAAN... HALAMAN PERSEMBAHAN... MOTTO... KATA PENGANTAR... PEDOMAN TRANSLITERASI... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR LAMPIRAN... i ii iii v vi vii viii ix xi xvi xx xxi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1 B. Pokok Masalah C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian D. Sistematika Pembahasan BAB II LANDASAN TEORI A. Kerangka Teori Teori Signaling Investasi xvi 3. Analisis Rasio Keuangan Return dan Risiko Beta Tingkat Suku Bunga Pertumbuhan Ekonomi Rasio Lancar Rasio Utang Return on Asset (ROA) Price Earnings Ratio (PER) Price Book Value (PBV) Volume Perdagangan B. Pasar Modal Syariah Pasar Modal Syariah Transaksi yang Dilarang di Pasar Modal Syariah C. Telaah Pustaka D. Hubungan Antar Variabel dan Pengembangan Hipotesis Pengaruh tingkat suku bunga terhadap risiko investasi Pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap risiko investasi Pengaruh likuiditas terhadap risiko investasi Pengaruh leverage terhadap risiko investasi Pengaruh return on assets terhadap risiko investasi xvii 6. Pengaruh price earnings ratio terhadap risiko investasi Pengaruh price book value terhadap risiko investasi Pengaruh volume perdagangan terhadap risiko investasi BAB III METODE PENELITIAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian B. Jenis dan Sifat Penelitian C. Populasi dan Sampel D. Sumber Data E. Definisi Operasional Variabel F. Teknik Analisis Data BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Analisis Statistik Deskriptif B. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji Multikolinearitas Uji Heterokedastisitas Uji Autokorelasi C. Analisis Regresi Linear Berganda D. Uji Persamaan Regresi Uji F xviii 2. Uji Koefisien Determinasi (R 2 ) Uji t E. Pembahasan BAB V PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN xix DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3.1 Jumlah Saham dalam DES Tabel 4.1 Statistik Deskriptif Tabel 4.2 Uji Normalitas Tabel 4.3 Uji Multikolinearitas Tabel 4.4 Uji Heterokedastisitas Tabel 4.5 Uji Autokorelasi Tabel 4.6 Hasil Uji Analisis Regresi Tabel 4.7 Hasil Uji Statistik F Tabel 4.8 Hasil Uji Koefisien Determinasi Tabel 4.9 Hasil Uji Statistik t xx DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1. Daftar Nama Perusahaan Sampel... I 2. Data Variabel Penelitian... III 3. Hasil Output Perhitungan Data... XIX 4. Terjemahan Teks Arab... XXIII 5. Curriculum Vitae... XXIV xxi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Investasi merupakan bagian penting dalam perekonomian. Menurut Tandelilin, investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan dimasa akan datang. 1 Adapun menurut Antonio, investasi adalah kegiatan usaha yang mengundang risiko karena berhadapan dengan unsur ketidakpastian. 2 Investasi yang penuh dengan ketidakpastian biasanya akan dihadapkan pada suatu risiko yang tinggi. Banyak cara yang dapat dilakukan investor dalam melakukan investasi, salah satunya adalah dengan menginvestasikan dana yang mereka miliki di pasar modal. Keberadaan pasar modal di Indonesia merupakan salah satu faktor terpenting dalam membangun perekonomian nasional, terbukti telah banyak industri dan perusahaan yang menggunakan institusi pasar modal ini sebagai media untuk menyerap investasi dan media untuk memperkuat posisi keuangannya. Secara faktual, perekonomian modern saat ini, tidak akan bisa eksis tanpa adanya pasar modal yang tangguh dan berdaya saing global serta terorganisir dengan baik. 2001), hlm Eduardus Tandelilin, Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio (Yogyakarta: BPFE, Syafi ie Antonio, Bank Syariah dari Teori ke Praktik (Jakarta: Gema Press, 2001), hlm. 1 2 Kebutuhan akan pasar modal tersebut memicu munculnya saham syariah yang diharapkan dapat memicu investor muslim untuk menanamkan modalnya di pasar modal. Saham ini diterbitkan oleh perusahaan emiten yang telah terseleksi dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Badan Pelaksana Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) telah mengeluarkan daftar efek syariah sejak tahun 2007 untuk mendukung hal tersebut. Daftar efek syariah tersebut merupakan panduan investasi bagi reksadana syariah dalam menempatkan dana kelolanya dan juga merupakan panduan bagi investor yang mempunyai keinginan untuk berinvestasi pada portofolio efek syariah. 3 Kelompok saham ini adalah saham yang memiliki bidang usaha dan rasio keuangan yang sesuai syariat Islam. Investasi di negara berkembang (develop countries) dianggap oleh banyak pihak memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara di negara maju. Ini terjadi karena kontruksi hukum-politik, ekonomi, sosial-budaya dan pertahanan masih dianggap rapuh atau sangat riskan untuk mengalami goncangan. 4 Namun, tidak selamanya hal tersebut dapat menjadi acuan sebab diketahui bahwa risiko investasi di negara berkembang terus menurun, sementara risiko investasi di negara maju kian meningkat seiring krisis global. Ada tiga indikator yang memperlihatkan bahwa risiko negara maju lebih tinggi dibandingkan negara berkembang. Pertama, saat ini debt to 3 Bapepam-LK, Otoritas Jasa Keuangan, Pengantar Daftar Efek Syariah, diakses pada tanggal 12 November Irham Fahmi dan Yovi Lavianti Hadi, Teori Portofolio dan Analisis Investasi: Teori dan Soal Jawab, (Bandung: Alfabeta, 2009), hlm. 11. 3 GDP (growth Domestic Product) negara-negara maju semakin tinggi, bahkan rata-rata telah di atas 50%. Kedua, income growth negara-negara berkembang lebih tinggi dibanding negara-negara maju. Ketiga, transaksi antara sesama negara berkembang saat ini lebih tinggi dibanding transaksi antara negara berkembang dengan negara maju. 5 Menjelang akhir triwulan III-2008, perekonomian dunia dihadapkan pada satu babak baru yaitu runtuhnya stabilitas ekonomi global, seiring dengan meluasnya krisis finansial ke berbagai negara. Krisis finansial global mulai muncul sejak bulan Agustus 2007, yaitu pada saat salah satu bank terbesar Perancis BNP Paribas mengumumkan pembekuan beberapa sekuritas yang terkait dengan kredit perumahan berisiko tinggi AS (subprime mortgage). Pembekuan ini lantas mulai memicu gejolak di pasar finansial dan akhirnya merambat ke seluruh dunia. 6 Krisis keuangan dunia tersebut telah berimbas ke perekonomian Indonesia sebagaimana tercermin dari gejolak di pasar modal dan pasar uang. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada bulan Desember 2008 ditutup pada level 1.355,4, terpangkas hampir separuhnya dari level pada awal tahun 2008 sebesar 2.627,3, bersamaan dengan jatuhnya nilai kapitalisasi pasar dan penurunan tajam volume perdagangan saham. Arus keluar kepemilikan asing di saham maupun SBI masih terus berlangsung. Hingga akhir Desember 2008, 5 Lila Intana, Risiko Investasi Negara Berkembang Lebih Rendah, diakses pada tanggal 8 September Bank Indonesia, Outlook Ekonomi Indonesia : Krisis Finansial Global dan Dampaknya terhadap Perekonomian Indonesia, Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter, (April 2009), hlm. 41. 4 posisi asing di SBI tercatat Rp8,4 triliun, menurun tajam dibandingkan posisi Agustus 2008 sebesar Rp68,4 triliun. 7 Berdasarkan Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia pada triwulan IV-2008, gejolak keuangan global telah menyebabkan tekanan melemahnya ekspor, tekanan pada Neraca Pembayaran Indonesia, gejolak di pasar uang, dan terdepresiasinya pertumbuhan ekonomi Indonesia (PDB). Di pasar saham, volume perdagangan saham dan IHSG mengalami tekanan kuat hingga memaksa otoritas BEI menghentikan perdagangan (blackout) pada Oktober Setiap keputusan investasi selalu menyangkut dua hal, yaitu risiko dan return. Risiko mempunyai hubungan positif dan linear dengan return yang diharapkan dari suatu investasi. 9 Para investor banyak yang menyukai adanya risiko yang tinggi karena dalam risiko yang tinggi tersebut cenderung terdapat potensi tingkat return yang tinggi pula. Konsep ini dikenal dengan istilah High Risk High Return, Low Risk Low Return. Konsep ini mengatakan bahwa semakin besar risiko yang harus ditanggung oleh investor, semakin besar pula return yang akan didapatkan. Dalam melakukan keputusan investasi, khususnya pada sekuritas saham, return yang diperoleh berasal dari dua sumber, yaitu dividen dan capital gain, sedangkan risiko investasi saham tercemin dari variabilitas pendapatan (return saham) yang diperoleh. 7 Ibid. 8 Ibid., hlm Nurul Huda dan Mustafa Edwin Nasution, Investasi pada Pasar Modal Syariah, (Jakarta: Prenada Media Group, 2008), hlm. 14. 5 Investor pada umumnya selalu berusaha meminimalisir berbagai risiko yang timbul. Setiap perubahan kondisi mikro dan makro ekonomi akan turut mendorong terbentuknya kondisi yang mengharuskan seorang investor memutuskan apa yang harus dilakukan dan strategi apa yang diterapkan agar tetap memperoleh return yang diharapkan. 10 Berdasarkan hal tersebut, risiko investasi dapat diartikan sebagai kemungkinan terjadinya penyimpangan dari outcome yang diterima dengan yang diekpektasikan. Risiko investasi terbagi atas dua kelompok: risiko sistematis dan risiko tidak sistematis. Risiko sistematis (systematic risk) adalah risiko yang tidak dapat dihilangkan dengan melakukan diversifikasi karena fluktuasi risiko ini dipengaruhi faktor-faktor fundamental makro yang dapat mempengaruhi pasar secara menyeluruh. 11 Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi risiko sistematis diantaranya yaitu, perubahan tingkat suku bunga dan pertumbuhan ekonomi. 12 Besar-kecilnya suku bunga sangat tergantung dari kondisi makro yang berkembang di Indonesia. Apabila tingkat bunga meningkat maka jumlah tabungan juga akan meningkat. Hal ini dikarenakan bunga sebagai daya tarik agar individu yang kelebihan dana akan menabung. Secara teoritis hubungan antara tingkat suku bunga dan kinerja pasar modal adalah negatif atau berbanding terbalik. Kenaikan suku bunga pada umumnya akan membuat 10 Irham Fahmi dan Yovi Lavianti Hadi, Teori Portofolio dan Analisis Investasi: Teori dan Soal Jawab, (Bandung: Alfabeta, 2009), hlm Ibid., hlm Bambang Sudiyatno dan Cahyani Nuswandhari, Peran beberapa Indikator Ekonomi dalam Mempengaruhi Risiko Sistematis Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Jakarta, Jurnal Dinamika Keuangan dan Perbankan, Vol. 1 No.2, (Agustus 2009), hlm. 66. 6 harga saham turun karena akan memotong laba perusahaan. 13 Berdasarkan pendapat tersebut, diketahui bahwa tingkat suku bunga merupakan hal penting dan salah satu faktor yang mempengaruhi risiko investasi. Jika tingkat suku bunga tinggi, akan mengakibatkan harga saham turun dan risiko investasi menjadi menurun. Sebaliknya, jika tingkat suku bunga rendah, maka akan mengakibatkan harga saham naik dan risiko investasi menjadi meningkat. Pertumbuhan ekonomi merupakan gambaran keadaan dimana perekonomian mengalami masa resesi, berkembang atau stabil. Martinez melakukan penelitian mengenai informasi makro ekonomi dengan variabel penelitian yang digunakan adalah indeks harga konsumen dan Gross National Product (GNP). Penelitian ini menjelaskan bahwa variabel-variabel makro ekonomi dapat menambah penjelasan dari nilai harga sekuritas. 14 Tingkat pertumbuhan dan investasi mempunyai hubungan timbal balik yang positif. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi, berarti semakin besar bagian dari pendapatan yang dapat ditabung, sehingga investasi yang tercipta akan semakin besar. Kondisi ini memberikan jaminan adanya kepastian untuk mendapatkan return pada investasi di pasar modal. 15 Indeks untuk mengukur risiko sistematis adalah Beta (β), koefisien beta menggambarkan kecenderungan saham untuk bergerak naik atau turun dalam 13 A. Karvof, Guide to Investing in Capital Market: Cara Cerdas Meraih Kebebasan Keuangan untuk Individual yang Bijak, (Bandung: PT Citra Aditya Karya, 2004), hlm Ardi Hamzah, Analisa Ekonomi Makro, Industri dan Karakteristik Perusahaan Terhadap Beta Saham Syariah, Jurnal SNA VII, 2005, hlm Bambang Sudiyatno dan Cahyani Nuswandari, Beberapa Indikator dalam Mempengaruhi Risiko Sistematis Perusahaan Manufaktur di BEI, Dinamika Keuangan dan Perbankan, Vol. 1 No. 2, 2009, hlm. 71. 7 pasar. Penggunaan Beta (β) sebagai pengukur risiko sistematis mengacu pada konsep single-index model. Model ini didasarkan pada pengamatan bahwa harga dari sekuritas berfluktuasi searah dengan indeks harga pasar. 16 Risiko tida